AYOSUROBOYONEWS | Surabaya -Penerangan jalan umum (PJU) masih mendominasi aspirasi warga. Aspirasi itu kerap muncul dalam rapat antar pengurus kampung dengan perangkat daerah di titik kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Surabaya.
Suara warga hampir di seluruh lokasi mengeluhkan kondisi lingkungan yang masih gelap akibat belum adanya lampu penerangan atau jumlah PJU yang dinilai masih kurang.
KAMPUNG BUMIARJO GANG ” MAYIT
Keluhan warga itu terutama masuk wilayah gang – gang sempit yang masih gelap karena belum ada PJU atau minim penerangan”
Sedangkan, penerangan jalan,” terutama di kawasan permukiman serta akses jalan kampung, harus menjadi perhatian serius pemerintah kota. Sebab, warga menilai keberadaan PJU ini penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas malam hari terutama musim penghujan.
Salah satu warga Bumiarjo (Suroso) juga selaku aktivis pemerhati kebijakan pemerintah” menyoroti besarnya pendapatan pajak penerangan jalan (PPJ) di Surabaya yang mencapai hampir Rp700 miliar.
Menurutnya, tingginya pendapatan tersebut seharusnya sejalan dengan pemerataan fasilitas penerangan jalan bagi warganya.
Pendapatan dari PPJ nilainya hampir Rp700 miliar. Maka kebutuhan penerangan jalan warga juga harus dimaksimalkan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Tim Pemeliharaan PJU Dishub Surabaya Prasetyo mengatakan pihaknya telah menyiapkan program pemasangan 10 ribu titik PJU baru yang di targetkan terealisasi hingga akhir tahun ini ( 2026).
Prasetyo menjelaskan, pemasangan akan diprioritaskan di kawasan blank spot atau wilayah yang belum memiliki penerangan memadai, termasuk area rawan kecelakaan dan kriminalitas.
“Untuk pemasangan baru, prioritasnya diarahkan ke area blank spot, kawasan rawan kecelakaan, serta titik rawan kriminalitas,”
Untuk kebutuhan di kawasan permukiman dan gang-gang kecil akan dipenuhi secara bertahap berdasarkan usulan masyarakat. Sedangkan bagi jalan protokol dan jalan kolektor di Surabaya saat ini sudah terpasang PJU.
Usulan tersebut berasal dari berbagai jalur, mulai dari musrenbang, pokok pikiran DPRD, hotline wali kota, hingga laporan langsung dari warga.
“Suara yang masuk memang masih banyak sekali, termasuk di pemukiman gang-gang kecil.
Prasetyo menyebut Dishub Surabaya saat ini menangani sekitar 123.366 titik PJU di seluruh wilayah kota.
Untuk pemeliharaan, pihaknya menargetkan perbaikan lampu jalan yang rusak dapat diselesaikan maksimal 1 x 24 jam setelah laporan diterima.
“Kalau ada tiket keluhan masuk, langsung kami kerjakan. Karena target pemeliharaan kami 1 x 24 jam,” sebutnya.
Saat ini pemasangan tiang PJU telah dilakukan secara bertahap. “Tiang-tiangnya sudah datang di kampung kampung dan mulai dipasang,” salah satunya di pemukiman padat penduduk kampung Bumiarjo Surabaya, tutupnya.

