AYOSUROBOYO SPORT NEWS
BERITA UTAMA

Pendaki Wanita asal Darmo Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Piramid

AYOSUROBOYONEWS | Surabaya – Maliya Finda (51), Pendaki asal Surabaya warga Jalan Cipunegara, RT 14 RW 06, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai dilaporkan hilang kontak saat mendaki Gunung Piramid di Kelurahan/Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Maliya Finda yang memiliki riwayat pernah mendaki Gunung Rinjani dan Gunung Lawu tersebut ditemukan jatuh di jurang kawasan Punggung Naga bersama pemandu lokal setempat, Erfan (35).

Penemuan kedua jenazah itu dilakukan oleh Tim SAR gabungan pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Lokasi penemuan kedua korban berada di kedalaman sekitar 60 meter di bawah jalur ekstrem Punggung Naga Gunung Piramid.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengonfirmasi, posisi kedua korban itu berada dalam kondisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon dengan jarak antarjenazah sekitar 5 meter,” kata Aryo saat memberikan keterangan, Selasa (4/8/2026).

* Pernah Mendaki Gunung Rinjani dan Lawu

Maliya Finda, merupakan warga Jalan Cipunegara, RT 14 RW 06, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, dikenal keluarga memiliki semangat tinggi dalam menekuni hobi kegiatan alam terbuka. Kendati usianya memasuki 51 tahun, Finda tetap aktif mendaki gunung dalam 2–3 tahun terakhir.

Kerabat korban, Wawan, mengungkapkan bahwa sebelum melintasi jalur ekstrem Gunung Piramid, korban sebelumnya telah berhasil menaklukkan beberapa puncak gunung populer di Indonesia.

“Beliau hobi mendaki. Dan barusan, dari Rinjani dan Lawu, gunung populer,” kata Wawan saat ditemui Kompas di rumah duka di Surabaya, pada Selasa (4/8/2026).

Mungkin keberhasilan menaklukkan jalur pendakian seperti Gunung Rinjani dan Gunung Lawu memicu motivasi sang tante untuk terus mencoba tantangan baru, termasuk Gunung Piramid, tukas Wawan.

“Sosok beliau baik, mungkin beliau terlalu ambisi, karena sudah pernah menaiki gunung mana-mana saja, akhirnya penasaran lalu dicoba demi melawan rasa penasaran. Usianya itu seharusnya usia istirahat, namun Tante masih aktif,” ujar Wawan

Selain mendaki gunung, Maliya Finda juga rutin berolahraga sepeda (gowes) hampir tiap hari dan aktif berorganisasi di komunitas lokal. (kompas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYOSUROBOYO PREMIUM EDITION NIKMATI PENGALAMAN MEMBACA TANPA IKLAN MENGGANGGU