AYOSUROBOYO | Internasional -Sampai detik ini, Presiden AS “Trump sudah meminta secara resmi kepada negara-negara di dunia/ sekutunya untuk ikut membantu membuka blokade Selat Hormuz yang saat ini Diblokade Iran.
Trump kembali meminta negara negara lain untuk segera mengirim kapal perangnya guna membuka blokade Selat Hormuz.
Namun hingga kini hasilnya:
•Italia: Menolak
•Spanyol: Menolak
•Jepang: Menolak
•Prancis: Ragu Ragu
•Norwegia: Menolak
•Australia: Menolak
•Jerman: Menolak
•Kanada: Menolak
•China: Tidak ada respon sama sekali.
•Inggris: Tidak ada komitmen
•Belanda: Tidak ada Komitmen
•Korea Selatan: tidak ada konfirmasi.
Hasil ini tentunya sangat mengejutkan. Tidak ada negara sekutu AS bahkan teman dekatnya sekalipun yang mau ikut ajakan Trump berurusan dalam perang Iran ini.
Tidak ada negara yang mau keluar biaya besar dan mati konyol berhadapan dengan Balistik dan Hipersonik Iran.
Trump bahkan terlihat dibeberapa layar kaca maupun media sampai memelas pada NATO, bahwa AS telah membantu Eropa dalam perang Ukraina, harusnya mereka membantu AS dalam perang Iran, sebut Trump.
Mungkin melalui siaran media yang menunjukkan perang Iran ini ” Para pemimpin dunia telah banyak yang sadar, jika perang dengan Iran ini adalah perang nya Trump dan Netanyahu. Ini perang koalisi Epstein, jadi bukan kepentingan mereka untuk terlibat.
Pergeseran yang sangat signifikan jelas tercium dalam Geopolitik saat ini. Dimana AS sekarang tidak punya kendali atas perang Iran.
Selat Hormuz saat ini masih dikuasai Iran sepenuhnya. Penguasaan cerdas yang dilakukan angkatan laut bersenjata Iran.
AS dan Israel sendiri tidak berani mendobrak blokade Selat Hormuz yang ditutup oleh Iran. Walaupun AS dan Israel mengaku punya angkatan laut yang kuat dan super power.
Peristiwa ini telah mengkonfirmasi collapse nya penguasaan dan kekuatan angkatan laut global yang selama ini diklaim dikuasai AS.
Foto: Jenderal Ali Reza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut Iran, yang bertanggung jawab penuh atas Selat Hormuz.

