AYOSUROBOYO SPORT NEWS
BERITA UTAMA

Awas Perang Babak Baru” Rudal Buatan Inggris Hantam Rusia 

AYOSUROBOYO | Internasional -Ketegangan hubungan Moskow dan London mulai diuji setelah serangan rudal jelajah menghantam kota Bryansk di Rusia.

Kremlin tegas menuduh keterlibatan Inggris secara langsung dalam serangan yang menggunakan rudal jelajah jarak jauh buatannya itu.

Dmitry Peskov, Juru bicara Rusia  menyatakan bahwa serangan udara Ukraina ke kota Bryansk menggunakan rudal Storm Shadow buatan Inggris yang tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan langsung spesialis militer Inggris, kata Peskov.

Menurut Peskov, teknologi senjata rudal Storm Shadow tersebut jelas membutuhkan asistensi teknis yang mendalam dari negara penyedianya.

“Rudal-rudal Storm Shadow tidak mungkin diluncurkan tanpa keterlibatan spesialis Inggris,” ujar Peskov, dikutip Jumat (13/3/2025).

KOPI PAGI AYOSUROBOYONEWS 

Sementara itu, Gubernur Bryansk, Aleksandr Bogomaz awalnya telah melaporkan jika serangan pada Selasa tersebut menewaskan enam orang dan melukai 42 lainnya. Bogomaz mengecam keras pemboman itu sebagai sebuah tindakan teroris yang tidak manusiawi terhadap warga sipil.

“Selanjutnya pada Rabu waktu setempat, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi tujuh orang, sementara serangan itu dikonfirmasi menggunakan rudal Storm Shadow,” kata Bogomaz.

Peskov menambahkan” adanya serangan-serangan ini kembali menunjukkan bahwa perlunya kampanye militer yang berkelanjutan terhadap Ukraina. Keberhasilan operasi militer tersebut diklaim sebagai satu-satunya cara untuk memastikan keselamatan wilayah Rusia dari serangan serupa di masa datang.

“Kesuksesan kampanye militer diharapkan dapat memastikan bahwa tindakan barbar rezim Kiev ini tidak berlanjut. Salah satu tujuannya adalah untuk mendemiliterisasi Kiev dan melucuti kemampuannya untuk melakukan serangan seperti ini,” tegas Peskov.

Dilain tempat, Pemerintah Ukraina sendiri mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal Strom Shadow, dengan dalih menargetkan pabrik mikroelektronika lokal. Namun, laporan media menyebutkan serangan terjadi saat pergantian sif pabrik, di mana banyak karyawan sedang berjalan menuju pintu keluar sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengungkapkan bahwa sebanyak tujuh rudal jelajah Inggris Strom Shadow digunakan dalam serangan kali ini. Pihak kementerian menyatakan bahwa Inggris dan negara-negara lain yang mendukung pemerintah Ukraina harus memikul tanggung jawab penuh atas jatuhnya korban sipil di Bryansk.

“London siap membawa konflik ke tingkat baru dalam hal kerusakan dan hilangnya nyawa dengan menggunakan boneka Ukraina,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bereaksi terhadap insiden maut ini.

Pihak Moskow memperingatkan “sikap diam dunia internasional dianggap sebagai lampu hijau bagi tindakan kriminal lebih lanjut.

“Diamnya PBB akan dianggap sebagai dorongan bagi tindakan kriminal pemerintah Ukraina dan penyokong asingnya,” tambah kementerian tersebut.

Di sisi lain, Bogomaz telah mengumumkan hari berkabung di Bryansk sebagai bentuk penghormatan bagi para korban. Saat ini, 20 orang masih dirawat di rumah sakit setempat, sementara sembilan korban dengan luka paling parah dipindahkan ke fasilitas medis khusus guna penanganan intensif.

Rudal jelajah Storm Shadow sendiri merupakan senjata yang diluncurkan dari udara dengan jangkauan hingga 560 kilometer. Mengingat lokasi kota Bryansk yang berada sedikit di atas 100 kilometer dari perbatasan Ukraina menjadikannya sasaran target yang rentan bagi persenjataan canggih kiriman Barat tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYOSUROBOYO PREMIUM EDITION NIKMATI PENGALAMAN MEMBACA TANPA IKLAN MENGGANGGU